Gaji pelaut belum masuk rekening saat tanggal pembayaran lewat? Jangan langsung panik, tetapi jangan pula menunggu berbulan-bulan tanpa bukti. Bagi keluarga yang mengandalkan penghasilan dari laut, keterlambatan satu kali pembayaran pun bisa mengganggu kebutuhan harian. Bagi awak yang masih bekerja di atas kapal, persoalannya lebih berat karena akses internet, bank, dan bantuan hukum tidak selalu mudah.
Ada cara yang lebih aman daripada menuduh perusahaan di media sosial atau mengundurkan diri secara mendadak: periksa kontrak dan payslip, hitung selisih pembayaran, kumpulkan bukti yang sah, ajukan pertanyaan tertulis, lalu gunakan jalur pengaduan yang tepat bila perusahaan tidak menyelesaikan masalah.
Panduan ini berlaku sebagai informasi umum untuk awak kapal niaga, offshore, dan kapal pesiar. Ketentuan persisnya bergantung pada negara bendera, perjanjian kerja pelaut (Seafarers’ Employment Agreement atau SEA), perjanjian kerja bersama (Collective Bargaining Agreement atau CBA) jika ada, dan peraturan yang berlaku pada kapal tersebut.
Yang Harus Dilakukan dalam 24 Jam Pertama
- Pastikan tanggal jatuh tempo. Lihat SEA, peraturan penggajian perusahaan, dan tanggal pembayaran terakhir. Bedakan tanggal pemrosesan payroll, tanggal transfer, dan tanggal dana benar-benar diterima.
- Periksa rincian pembayaran. Cocokkan gaji pokok, tunjangan, lembur jika diperjanjikan, potongan yang sah, serta allotment atau remitansi keluarga.
- Catat saldo yang kurang. Gunakan mata uang kontrak; pisahkan nominal terutang dari perbedaan kurs, potongan, atau biaya bank yang perlu diklarifikasi.
- Simpan bukti resmi. Simpan kontrak, slip gaji, rekening koran milik sendiri, dan surat-menyurat yang relevan secara aman.
- Minta penjelasan tertulis. Tanyakan berapa jumlah yang belum dibayar dan tanggal penyelesaian yang dapat diverifikasi.
Jangan langsung menyebarkan data rekening atau informasi internal kapal di grup publik. Keluhan yang kuat dimulai dengan fakta yang dapat diperiksa, bukan tangkapan layar yang membuka data pribadi.
Apa Kata MLC 2006 tentang Pembayaran Gaji?
MLC 2006 Regulation 2.2 dan Standard A2.2 menyatakan bahwa pelaut harus dibayar secara teratur dan penuh sesuai perjanjian kerja. Negara yang menerapkan konvensi mewajibkan pembayaran yang jatuh tempo dilakukan dengan interval tidak lebih dari satu bulan, sesuai perjanjian kerja bersama yang berlaku.
Pelaut juga harus mendapat laporan pembayaran bulanan yang menunjukkan jumlah terutang dan jumlah yang telah dibayar, termasuk pembayaran tambahan serta kurs ketika mata uang atau nilai pembayaran berbeda dari yang diperjanjikan. Itulah alasan slip gaji sangat penting: Anda tidak harus menebak apakah kekurangan berasal dari pembayaran yang tidak dikirim, kesalahan payroll, atau perhitungan yang perlu dikoreksi.
Standar tersebut bukan berarti setiap pelaut menerima gaji pada tanggal yang sama. Periksa tanggal dan mekanisme yang dinyatakan dalam SEA dan CBA. Jika perusahaan menyatakan dana sudah ditransfer, mintalah bukti atau nomor referensi transfer melalui jalur resmi agar bank dapat menelusurinya.
Bedakan Gaji Pokok, Lembur, Allotment, dan Potongan
Keluhan “gaji saya kurang” sebaiknya dipisahkan menjadi komponen yang mudah diperiksa. Pada kapal tertentu, slip gaji memuat basic wage, fixed overtime, guaranteed overtime, bonus kontraktual, tunjangan jabatan, atau pembayaran cuti. Tidak semua komponen ini wajib ada pada setiap kontrak.
| Komponen | Apa yang diperiksa |
|---|---|
| Gaji pokok | Nominal dan periode yang tertulis dalam SEA |
| Lembur | Aturan dan catatan jam kerja yang berlaku; jangan membuat tarif sendiri |
| Allotment | Jumlah yang dikirim ke keluarga dan bukti penerimaan |
| Potongan | Dasar kontrak/hukum, besaran, serta penjelasannya |
| Kurs | Kurs yang digunakan apabila pembayaran berbeda mata uang |
| Saldo akhir | Jumlah terutang dikurangi pembayaran yang benar-benar diterima |
Jangan menyamakan slip gaji yang sudah diterbitkan dengan dana yang telah diterima. Periksa keduanya. Jika keluarga tidak menerima allotment, catat tanggal, rekening tujuan yang disepakati, dan bukti transfer tanpa menyebarkan informasi sensitifnya.
Contoh Menghitung Kekurangan Gaji
Misalnya, SEA menetapkan gaji USD 2.000 per bulan. Untuk bulan September, perusahaan mengeluarkan slip gaji USD 2.000, tetapi transaksi yang terverifikasi ke rekening pelaut atau penerima allotment hanya berjumlah USD 1.300. Jika tidak ada potongan sah atau mekanisme pembayaran lain yang dapat dibuktikan, selisih awal yang perlu diklarifikasi adalah USD 700.
Jangan langsung menyebut USD 700 itu sebagai jumlah pasti piutang bila sebagian pembayaran dilakukan tunai, ada allotment tambahan, atau terdapat penyesuaian resmi yang belum diperiksa. Buat tabel tanggal dan jumlah:
| Uraian | Nilai contoh |
|---|---|
| Gaji sesuai kontrak untuk periode yang ditagihkan | USD 2.000 |
| Pembayaran yang sudah terbukti diterima | USD 1.300 |
| Selisih sementara untuk diklarifikasi | USD 700 |
Untuk beberapa bulan tunggakan, gunakan satu baris per periode dan tambahkan kolom tanggal jatuh tempo, jumlah terutang, bukti transfer, serta status tanggapan perusahaan. Jangan menggabungkan semua periode tanpa penjelasan.
Bukti Apa yang Perlu Disiapkan Pelaut?
ITF Seafarers menyarankan awak yang menghadapi masalah gaji mengumpulkan identitas kapal dan pemilik, kontrak, tanggal mulai bekerja, catatan pekerjaan, bukti pembayaran bank, serta komunikasi dengan perusahaan. Untuk keperluan pengaduan, siapkan folder yang hanya memuat informasi yang Anda berhak simpan.
- Identitas kapal: nama, bendera, nomor IMO, jenis kapal dan pelabuhan keberadaan saat ini.
- Dokumen pribadi terkait pekerjaan: SEA, addendum, CBA yang berlaku, dan rincian gaji.
- Bukti pembayaran: slip gaji dan catatan masuk rekening yang menunjukkan pembayaran atau ketiadaannya.
- Catatan kronologi: tanggal jatuh tempo, permintaan klarifikasi, jawaban yang diterima dan janji tanggal transfer.
- Kontak resmi: payroll, crewing, shipowner, DPA atau HR, sesuai struktur perusahaan dan prosedur kapal.
Jika dokumen memuat data awak lain, rahasiakan identitas mereka. Hindari menyalin data teknis atau informasi yang tidak relevan dengan klaim. Ketika mengirim bukti melalui email, periksa kembali penerima dan lampiran.
Kepada Siapa Harus Bertanya Lebih Dulu?
Mulailah dengan jalur yang paling jelas di kontrak: payroll, departemen crewing, HR, atau atasan yang bertanggung jawab. Jelaskan periode pembayaran, jumlah yang tertera di slip, nominal yang diterima, dan permintaan tanggal penyelesaian. Simpan tanggapan dalam bentuk tertulis.
Apabila masalah tidak terselesaikan, gunakan on-board complaint procedure. MLC Regulation 5.1.5 dan Standard A5.1.5 mengatur prosedur keluhan di kapal dan perlindungan terhadap tindakan merugikan pelapor. Pelaut berhak menyampaikan keluhan kepada nakhoda serta otoritas eksternal yang berwenang apabila diperlukan.
Periksa apakah kapal menyediakan salinan prosedur pengaduan, nama personel yang dapat memberikan nasihat rahasia, serta informasi kontak otoritas yang relevan. Bila pengaduan menyangkut atasan sendiri, prosedur yang tepat tidak harus berhenti pada orang tersebut.
Contoh Pesan Penagihan Gaji yang Sopan dan Tegas
Subject: Request for Clarification of Outstanding Wages – [Ship Name]
Dear Payroll/Crewing Team,
I am requesting clarification regarding my wages for [month/year]. According to my Seafarers’ Employment Agreement and payslip, the amount due is [amount], while I have received [amount] as of [date]. The difference I would like to clarify is [amount].
Please confirm the payment status, explain any deductions or adjustments, and advise the expected payment date in writing.
Thank you for your assistance.
Kind regards,
[Name / Rank / Vessel]
Jika perusahaan menanggapi bahwa transfer telah dilakukan, mintalah bukti atau referensi transaksi yang dapat diverifikasi. Bila jawabannya berubah-ubah atau tanggal yang dijanjikan terus bergeser, catat setiap perubahan dalam kronologi.
Kapan Harus Menghubungi ITF atau Serikat Pelaut?
Jangan menunggu sampai tunggakan menjadi terlalu besar. Dalam panduan ITF tentang gaji pelaut, keterlambatan yang sudah lebih dari dua minggu disarankan untuk dibahas dengan nakhoda dan, bila masalah berlanjut, dengan ITF. Dua minggu ini adalah saran praktis ITF, bukan ambang hukum universal yang menentukan kapan pelaut boleh mengadu.
Jika tidak mendapat penyelesaian atau membutuhkan bantuan independen, cari petugas ITF melalui halaman ITF Look Up atau hubungi tim ITF Seafarers Support di halaman kontak resmi. ITF mencantumkan email bantuan seafsupport@itf.org.uk.
ITF menyatakan akan berupaya membantu, tetapi tidak menjamin uang pasti bisa dipulihkan. Hubungi juga serikat pekerja yang relevan dan pertimbangkan nasihat hukum setempat jika persoalan memerlukan tindakan lebih lanjut. Jangan melakukan mogok kerja, menghentikan tugas keselamatan, atau meninggalkan kapal tanpa memahami konsekuensi hukum dan keselamatan di tempat Anda berada.
Apakah Dua Bulan Tidak Digaji Berarti Kapal Ditelantarkan?
Masalah gaji tertunda dan seafarer abandonment terkait, tetapi tidak identik. Menurut basis data bersama ILO/IMO tentang penelantaran pelaut serta MLC Standard A2.5.2, abandonment dapat terjadi dalam keadaan tertentu ketika pemilik kapal gagal memenuhi repatriasi, meninggalkan awak tanpa dukungan dasar, atau memutus hubungan secara sepihak, termasuk tidak membayar upah kontraktual setidaknya dua bulan.
Artinya, tidak setiap transfer yang tertunda beberapa hari secara otomatis menjadikan kasus abandonment. Namun, tunggakan panjang, tidak adanya makanan/air bersih, ketiadaan biaya pulang, dan hilangnya kontak manajemen merupakan tanda bahaya yang harus segera dimintakan bantuan resmi.
Untuk kapal yang tercakup MLC, terdapat ketentuan keamanan finansial guna membantu awak yang ditelantarkan. Cakupan bantuan dapat meliputi gaji dan hak tertentu yang masih terutang, secara umum dibatasi sampai empat bulan untuk masing-masing komponen sebagaimana diatur Standard A2.5.2, serta biaya repatriasi dan kebutuhan penting. Batas pertanggungan bukan janji bahwa semua klaim pribadi akan dibayar otomatis. Bila situasinya mengarah ke abandonment, segera hubungi ITF, otoritas bendera/pelabuhan atau penyedia jaminan resmi yang tercantum pada dokumen kapal.
Yang Sebaiknya Tidak Dilakukan
- Jangan mempublikasikan foto paspor, rekening bank, kontrak lengkap atau data pribadi awak lain untuk menekan perusahaan.
- Jangan menghapus pesan, mengganti tanggal, memanipulasi jam kerja atau membuat bukti yang tidak benar.
- Jangan membayar pihak yang mengaku bisa ‘mencairkan’ gaji tanpa dasar jelas. Verifikasi identitas dan kewenangannya.
- Jangan menyerahkan hak atau menandatangani dokumen penyelesaian akhir yang tidak dipahami tanpa meminta penjelasan dan nasihat yang memadai.
- Jangan melompat ke tindakan yang bisa membahayakan keselamatan kapal atau menimbulkan risiko hukum baru.
Jika merasa terancam, terjebak di pelabuhan tanpa kebutuhan dasar, atau tidak memiliki akses untuk pulang, prioritaskan bantuan resmi dan keselamatan, bukan perdebatan di grup media sosial.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pelaut
Apakah gaji boleh dibayarkan seluruhnya setelah kontrak selesai?
Untuk kapal dalam cakupan MLC yang berlaku, Standard A2.2 menuntut pembayaran berkala dengan interval tidak lebih dari bulanan. Jangan menganggap janji pembayaran seluruh gaji di akhir kontrak selalu sesuai aturan. Periksa SEA, CBA, negara bendera dan dapatkan nasihat bila ada keraguan.
Bagaimana jika slip gaji ada, tetapi uang tidak masuk?
Minta bukti pembayaran yang dapat ditelusuri dan periksa rekening atau penerima allotment yang disepakati. Catat selisihnya secara tertulis. Slip gaji saja bukan bukti dana telah diterima.
Jika masih bekerja di kapal, bolehkah mengadu?
MLC menyediakan kerangka prosedur pengaduan di kapal bagi awak yang tercakup. Dokumen kapal harus menunjukkan jalur yang bisa digunakan dan perlindungan terhadap viktimisasi. Anda juga dapat meminta bantuan eksternal sesuai situasi.
Apakah ITF dapat menjamin gaji dibayarkan?
Tidak. ITF dapat membantu memberi nasihat, menghubungkan petugas, dan mendukung penyelesaian klaim, tetapi hasil bergantung pada fakta, pihak terkait dan hukum yang berlaku.
Apakah kontrak harus ditulis dalam bahasa Inggris?
Persyaratan bahasa dokumen bergantung pada ketentuan yang berlaku. Hal yang paling penting adalah memahami jumlah gaji, periode pembayaran, potongan, saluran penyelesaian perselisihan serta hak Anda sebelum menandatangani perjanjian.
Checklist Sebelum Mengirim Pengaduan
Simpan ringkasan satu halaman: nama dan IMO kapal; jabatan; tanggal bergabung; periode yang belum dibayar; jumlah sesuai perjanjian; jumlah diterima; selisih sementara; daftar bukti; nama atau alamat pihak yang pernah dihubungi; dan permintaan penyelesaian yang jelas. Lampirkan hanya dokumen yang relevan, lewat saluran aman.
Dengan data yang rapi, nakhoda, HR, perwakilan serikat, inspektur ITF, dan otoritas yang berwenang dapat memahami persoalannya tanpa meminta Anda menceritakan ulang semuanya berkali-kali. Jika terjadi beberapa keterlambatan, teruskan satu kronologi yang diperbarui daripada membuat pengaduan baru yang saling bertentangan.
Bacaan terkait: Cara Menghitung Jam Istirahat Pelaut Sesuai MLC dan STCW, Cara Membedakan Lowongan Pelaut Asli dan Penipuan, dan Daftar Perusahaan SIUPPAK. Untuk pembaca internasional, read this guide in English.
Sumber Resmi dan Catatan Redaksi
- ILO — MLC Regulation 2.2 dan Standard A2.2: Wages
- ILO — MLC Regulation 5.1.5: On-board Complaint Procedures
- ITF Seafarers — Wages
- ITF Seafarers — Contact Us
- ILO/IMO — Seafarer Abandonment
Artikel ini disusun berdasarkan sumber internasional yang diperiksa 28 Oktober 2026. Ini adalah informasi umum, bukan nasihat hukum individual. Hak dan jalur pemulihan harus dikonfirmasi berdasarkan negara bendera, SEA/CBA, serta hukum nasional yang berlaku.

